Posted by
MARHALIM
comments (1)
Sebagaimana yang
telah kita ketahui bahwa secara umum studi islam bertujuan untuk menggali
kembali dasar-dasar dan pokok-pokok ajaran islam sebagaimana yang ada dalam
sumber dasar yang bersifat hakiki, universal dan dinamis serta abadi (eternal),
untuk dihadapkan atau dipertemukan dengan budaya dan dunia modern, agar mampu
memberikan alternatif pemecah permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia pada
umumnya dan umat islam pada khususnya.
a.
Pengertaia Historisitas dan normativitas
Dalam kamus umum bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadaminta
mengatakan sejarah /historis adalah kejadian dan peristiwa yang
benar-benar terjadi pada masa lampau atau peristiwa penting yang benar-benar
terjadi. Definisi tersebut terlihat menekankan kepada materi peristiwanya tanpa
mengaitkan dengan aspek lainnya. Sedangkan dalam pengartian yang lebih
komprehensif suatu peristiwa sejarah perlu juga di lihat siapa yang melakukan
peristiwa tersebut, dimana, kapan, dan mengapa peristiwa tersebut terjadi
Kata normatif berasal dari bahasa Inggris norm yang berarti
norma ajaran, acuan, ketentuan tentang
masalah yang baik dan buruk yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh
dilakukan. Pada aspek normativitas, studi Islam agaknya masih banyak terbebeni
oleh misi keagamaan yang bersifat memihak sehingga kadar muatan analisis,
kritis, metodologis, historis, empiris terutama dalam menelaah teks-teks atau
naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan, kecuali
dalam lingkungan peneliti tertentu yang masih sangat terbatas.
Posted by
MARHALIM
comments (0)
SEJARAH PERADABAN ISLAM DAULAH ABBASIAH
(KEMUNDURANNYA)
Sejak abad ke-7 masehi
bangsa arab dengan cepat sekali menguasai satu persatu wilayah kemajuan dunia
saat itu sampai mereka pernah menjadi penguasa yang sangat kuat dimana peta
kekuatan islam melebar sampai Asia, Afrika, dan Eropa Barat daya. Kecepatan
arus ekspansi tersebut dengan kemunduran islam (11 M) lebih cepat daripada fase
ekspansi. Ibn Khaldun membatasi keberadaan sebuah dinasti yang bertahan sampai
sekitar 100 tahun.[1]
Dinasti Abbasiah pun tidak luput dari aturan itu. Walaupun Dinasti Abbasiah
berkuasa selama lima abad (750-1258 M), kemegahan dinasti ini dalam waktu yang
relave tidak panjang dan bahkan sempat menempatkan dirinya sebagai Negara
terkuat dan tertinggi ketika itu, ternyata akhirnya kejayaan itu mencapai
kulminasi, pasca kekuasaan khalifah Wasiq (842-847 M).[2]
Posted by
MARHALIM
comments (0)
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Permohonan Beasiswa
Kepada Yth : Dinas Pendidikan Kab. Indragiri Hilir
Dengan hormat,
Bersama ini saya sampaikan bahwa saya adalah
salah seorang mahasiswa asal Propinsi Riau Kabupaten Indragiri Hilir yang sedang
menuntut ilmu di Fakultas Agama Islam. di Perguruan tinggi STAIL, Surabaya- semester
lima (V). Saat ini saya bertempat tinggal di Ponpes Hidayatullah Jl. Kejawan
Putih Laguna Surabaya.
Sehubungan kebutuhan akan peningkatan mutu
sumber daya manusia (SDM) dan sarana pendidikan, maka saya memberanikan diri
untuk mengajukan permohonan beasiswa kepada bapak. Besar harapan saya agar
bapak berkenan untuk memberikan bantuan. Atas perhatian bapak saya ucapkan
terima kasih.
Posted by
MARHALIM
comments (0)
Al- Kindi (800-870 M)
a. Riwayat Hidup
Abu yusuf ya’qub b. is’haq al- Kindi (800-870 M) adalah satu-satunya orang arab asli diantara para filsafat; karenanya, dia bergelar “ al-faylasuf al-Arab”. Ia lahir di kufa dimana ayahnya menjabat wali propinsi. Dia belajar di Basra dan Baghdad dimana dia dapat bergaul dengan ahli pikir terkenal. Ia diundang oleh khalifah al ma’mun untuk mengajar pada baitu’l hikmah dan mengasuh ahmad putra khalifah almutashim. Ibn nubatah mengatakan dalam bukunya yang berjudul Sarhul-‘uyun: “Kerajaan al-Mu’tashim diperindah oleh Al Kindi dengan buku-buku yang ditulisnya”. Nama Al Kindi terus marak hingga zaman khalifah al mutawakkil. Pada zaman inilah ia menjadi sasaran intrik dan fitnah dari mereka yang iri hati, sampai ia dijatuhi hukuman oleh al-Mutawakkil dan perpustakaannya yang terkenal dengan nama al-Kindiyyah disita kemudian dijadikan milik al-Mutawakkil. Al kindi mengusahakan penterjemahan 260 buku yunani dan menunjukkan keahliannya dalam bidang ilmu falak, pasti, ketabiban, musik, kimia dan astrologis. Menurut al fihrist ia mengarang lebih dari dua ratus buku dan risalah.
a. Riwayat Hidup
Abu yusuf ya’qub b. is’haq al- Kindi (800-870 M) adalah satu-satunya orang arab asli diantara para filsafat; karenanya, dia bergelar “ al-faylasuf al-Arab”. Ia lahir di kufa dimana ayahnya menjabat wali propinsi. Dia belajar di Basra dan Baghdad dimana dia dapat bergaul dengan ahli pikir terkenal. Ia diundang oleh khalifah al ma’mun untuk mengajar pada baitu’l hikmah dan mengasuh ahmad putra khalifah almutashim. Ibn nubatah mengatakan dalam bukunya yang berjudul Sarhul-‘uyun: “Kerajaan al-Mu’tashim diperindah oleh Al Kindi dengan buku-buku yang ditulisnya”. Nama Al Kindi terus marak hingga zaman khalifah al mutawakkil. Pada zaman inilah ia menjadi sasaran intrik dan fitnah dari mereka yang iri hati, sampai ia dijatuhi hukuman oleh al-Mutawakkil dan perpustakaannya yang terkenal dengan nama al-Kindiyyah disita kemudian dijadikan milik al-Mutawakkil. Al kindi mengusahakan penterjemahan 260 buku yunani dan menunjukkan keahliannya dalam bidang ilmu falak, pasti, ketabiban, musik, kimia dan astrologis. Menurut al fihrist ia mengarang lebih dari dua ratus buku dan risalah.
Posted by
MARHALIM
comments (0)
SEJARAH PERADABAN ISLAM DAULAH ABBASIAH
(KEMUNDURANNYA)
Sejak abad ke-7 masehi bangsa arab dengan cepat sekali menguasai satu persatu wilayah kemajuan dunia saat itu sampai mereka pernah menjadi penguasa yang sangat kuat dimana peta kekuatan islam melebar sampai Asia, Afrika, dan Eropa Barat daya. Kecepatan arus ekspansi tersebut dengan kemunduran islam (11 M) lebih cepat daripada fase ekspansi. Ibn Khaldun membatasi keberadaan sebuah dinasti yang bertahan sampai sekitar 100 tahun. Dinasti Abbasiah pun tidak luput dari aturan itu. Walaupun Dinasti Abbasiah berkuasa selama lima abad (750-1258 M), kemegahan dinasti ini dalam waktu yang relave tidak panjang dan bahkan sempat menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan tertinggi ketika itu, ternyata akhirnya kejayaan itu mencapai kulminasi, pasca kekuasaan khalifah Wasiq (842-847 M).
Adapun faktor-faktor penyebab kehancuran Abbasiyah, diantaranya sebagai berikut: Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun, terutama di bidang politik. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan.
Disamping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan peradaban islam pada masa dinasti Abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
http://www.Beli-Rumah.net/?id= marhalim
(KEMUNDURANNYA)
Sejak abad ke-7 masehi bangsa arab dengan cepat sekali menguasai satu persatu wilayah kemajuan dunia saat itu sampai mereka pernah menjadi penguasa yang sangat kuat dimana peta kekuatan islam melebar sampai Asia, Afrika, dan Eropa Barat daya. Kecepatan arus ekspansi tersebut dengan kemunduran islam (11 M) lebih cepat daripada fase ekspansi. Ibn Khaldun membatasi keberadaan sebuah dinasti yang bertahan sampai sekitar 100 tahun. Dinasti Abbasiah pun tidak luput dari aturan itu. Walaupun Dinasti Abbasiah berkuasa selama lima abad (750-1258 M), kemegahan dinasti ini dalam waktu yang relave tidak panjang dan bahkan sempat menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan tertinggi ketika itu, ternyata akhirnya kejayaan itu mencapai kulminasi, pasca kekuasaan khalifah Wasiq (842-847 M).
Adapun faktor-faktor penyebab kehancuran Abbasiyah, diantaranya sebagai berikut: Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun, terutama di bidang politik. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan.
Disamping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan peradaban islam pada masa dinasti Abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
http://www.Beli-Rumah.net/?id=
