ISLAM MENGANGKAT DERAJAT WANITA


Islam memuliakan derajat wanita dengan jalan menjadikan mereka sebagai pendidik generasi mendatang dan menggantungkan baik atau buruknya umat kepadanya. Islam mewajibkan wanita menutup aurat untuk menyelamatkan mereka dari tangan-tangan jahil dan menghindarkan masyarakat dari ekses-ekses negatif. Perlu ditambahkan bahwa yang demikian itu menciptakan rasa kasih sayang antara suami isteri. Sebab laki-laki yang melihat perempuan yang lebih cantik daripada isterinya dapat menimbulkan gangguan yang bisa berakibat perceraian.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman :
] يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء  المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين [
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin agar mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mrreka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Al-Azab :59).

PERNYATAAN SEORANG MANTAN PENYANYI INTERNASIONAL SETETELAH MASUK ISLAM


     Surat kabar AL-MADINAH AL-MUNAWWARAH yang terbit tanggal 5 Ramadhan 1400 H melaporkan tentang CAT STEVENS seorang penyanyi kaliber internasional yang setelah masuk Islam ia memberi nama dirinya dengan “YUSUF ISLAM”. Dalam laporan itu terdapat pernyataan-pernyataan penting, di antaranya sebagai berikut :
1.      Terpuruknya orang barat setelah saya berhenti menyanyi sejak saya masuk Islam. Mereka bertanya-tanya bagaimana saya bisa berubah. Semua alat komunikasi dan mass media membisu dan pura-pura tidak mengerti keadaan saya dan tidak merengek di belakang saya untuk meminta saya agar kembali seperti semula, karena para karyawan penerangan di barat semuanya adalah yahudi dan merekalah yang memegang semua kuncinya.

ILAHI, HANYA ENGKAULAH YANG MAHA PENOLONG



يا من يرى ما في الضمير ويسمع  
    أنت المعد لكل ما يتوقع
“Wahai Dzat yang melihat dan mendengar  apa yang ada dalam hati, Engkau adalah tempat persediaan sesuatu yang diperkirakan terjadi.”
يا من يرجى للشدائد كلها  
          يا من إليه المشتكى والمفزع
“Wahai Dzat yang diharapkan untuk menghilangkan segala kesusahan, wahai Dzat yang menjadi tempat mengadu dan berlindung.”
يا من خزائن رزقه في قول كن   
     أمنن فإن الخير عندك أجمع
“Wahai Dzat yang gudang rezekinya berada pada firmanNya “KUN”, berilah anugrah karena sesungguhnya segala kebaikan terhimpun pada sisiMu.”

ISLAM ADALAH PERATURAN HIDUP YANG SEMPURNA


 1.Islam  mengatur berbagai aspek kehidupan manusia baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, sosial dan lain-lain. Juga menggariskan metode yang benar dan tepat untuk memecahkan kesulitan dalam bidang-bidang tersebut.
 2.Islam berusaha mengatur kehidupan  manusia. Unsur pokok dalam hal ini adalah mengatur waktu. Islam merupakan satu-satunya ajaran yang paling kuat untuk dapat membahagiakan manusia di dunia dan akhirat.
 3.Islam sebelum menjadi syari’at (peraturan Allah) adalah sebagai kepercayaan atau keyakinan (bahwa Allah adalah sembahan yang hak). Karena Rasul Allah memusatkan upayanya di Makkah terhadap hal tauhid, baru setelah hijrah ke Madinah, mendirikan negara dan menerapkan/mempraktekkan syari’at Islam.

BERPRILAKU BAIK MELALUI UCAPAN, PERBUATAN, DAN SEGALA BENTUK AL-MA’RUF


Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan, kesedihan dan kegelisahan adalah : Berprilaku baik kepada orang lain melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk al-ma’ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan untuk diri dan tindak kebajikan untuk orang lain. Lantaran kebajikan itu dan sesuai dengan kadar kebajikan itu jua, Allah menangkis segala kegundahan dan kesedihan, baik untuk orang yang berprilaku baik atau untuk orang yang jahat. Hanya saja, yang diperoleh orang mu’min lebih sempurna. Ia unggul karena kebaikannya timbul dari keikhlasan dan keberharapan hanya pada pahala Allah. Karena ia mengharapkan yang baik, maka Allah memudahkan baginya berprilaku baik. Dan, karena ikhlas dan hanya mengaharap pahala dari Allah, maka Allah menangkis untuknya segala cobaan berat. Allah berfirman.

“Artinya : Tidak ada kebaikan pada kebanyakan pembicaraan-pembicaraan antara mereka, kecuali pembicaraan orang yang menyuruh (manusia) bersedekah, atau melakukan kebajikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami mengaruniakan kepadanya pahala yang besar” [An-Nisaa : 114]

Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan, bahwa itu semua adalah suatu kebaikan yang timbul dari pelakunya. Sedangkan suatu kebaikan akan menghasilkan kebaikan dan menangkis keburukan. Dan bahwasanya orang mu’min yang hanya berharap pahala Allah akan dianugrahi olehNya pahala yang agung. Termasuk pahala agung itu adalah hilangnya kegundahan, kesedihan, keruwetan hati dan semacamnya.


[Disalin dari buku Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia hal 11-22, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma’ruf, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabai Jakarta]